WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Ardiah Utami: Besok Posko Bersama Kebakaran Sindulang Satu Gelar Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak
Ardiah Utami: Besok Posko Bersama Kebakaran Sindulang Satu Gelar Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak
MANADO – Posko Bersama Kebakaran Sindulang Satu menjadwalkan program trauma healing bagi masyarakat terdampak pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 15.30 WITA, setelah salat Asar. Informasi tersebut disampaikan Ardiah Utami, Staf Pelaksana BAZNAS Kota Manado yang tergabung dalam Tim Kerja Posko Bersama, sebagai bagian dari agenda pelayanan kemanusiaan. Posko Bersama dibentuk setelah kebakaran pada Senin, 12 Oktober 2026, yang berdasarkan data sementara berdampak pada 27 rumah dan 32 kepala keluarga di Sindulang Satu. Posko ini didirikan lima organisasi dan lembaga, yakni BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, BAZNAS Kota Manado, DMI Kota Manado, GP Ansor Kota Manado, serta BTM/UPZ Masjid Darussalam 1. Program trauma healing menjadi agenda kerja hari kelima Posko Bersama untuk mendampingi warga menghadapi tekanan psikologis pascakebakaran, membantu pemulihan emosional, serta membangun kembali semangat dan harapan masyarakat terdampak. Melalui Posko Bersama, kelima organisasi dan lembaga berkoordinasi dalam pelayanan kemanusiaan, pemenuhan kebutuhan mendesak, pendataan donasi, serta penyaluran bantuan secara transparan dan bertanggung jawab. Masyarakat dapat mendukung pelayanan kemanusiaan melalui rekening resmi BAZNAS Kota Manado atau menyerahkan donasi langsung di Posko Bersama, depan Masjid Darussalam 1, Sindulang, Kota Manado.(*) #BAZNASManado #PoskoBersama #TraumaHealing #PeduliKorbanKebakaran #ManadoPeduli
16/10/2026 | Humas
BAZNAS Kota Manado Perkuat Posko Bersama, Ridwan Nento Ungkap Kebutuhan Mendesak Korban Kebakaran
BAZNAS Kota Manado Perkuat Posko Bersama, Ridwan Nento Ungkap Kebutuhan Mendesak Korban Kebakaran
MANADO – BAZNAS Kota Manado bersama empat organisasi lainnya memperkuat pelayanan Posko Bersama Kebakaran Sindulang Satu, memasuki hari keempat penanganan warga terdampak. Ketua UPZ Masjid Darussalam 1, Ridwan Nento, menyampaikan bahwa Posko Bersama dijadwalkan beroperasi selama sepekan, hingga 19 Oktober 2026, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama. Posko Bersama didirikan lima organisasi, yaitu BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, BAZNAS Kota Manado, DMI Manado, GP Ansor Kota Manado, dan UPZ Masjid Darussalam 1. Kebakaran pada Senin, 12 Oktober 2026, berdampak sementara pada 27 rumah, 32 kepala keluarga, dan 123 jiwa. Ridwan menjelaskan kebutuhan mendesak meliputi makanan siap saji, air minum kemasan, perlengkapan MCK, pasta gigi, sikat gigi, kasur, dan selimut. Berdasarkan asesmen lapangan, pakaian layak pakai sudah mencukupi. BAZNAS Kota Manado bersama pengelola posko mencatat penerimaan dan penyaluran donasi secara akurat serta mengevaluasinya setiap hari demi transparansi dan menjaga amanah donatur. Masyarakat dapat membantu korban melalui rekening resmi BAZNAS Kota Manado: BNI 456 780 993, BSI 7061 7006 27, BCA 026 777 5552, atau BSG 0110 211 0130 340, atas nama BAZNAS Kota Manado.(*)
16/10/2026 | Humas
BAZNAS Manado Perkuat Pelayanan Posko, Sahril R. Nusi Pastikan Penyaluran Donasi Tercatat
BAZNAS Manado Perkuat Pelayanan Posko, Sahril R. Nusi Pastikan Penyaluran Donasi Tercatat
MANADO – Memasuki hari ketiga, BAZNAS Kota Manado memperkuat pelayanan di Posko Kebakaran Sindulang Satu, terutama pendataan donasi dan penyaluran bantuan bagi korban terdampak. Kebakaran terjadi Senin, 12 Oktober 2026, di Kelurahan Sindulang Satu, Tuminting. Data sementara melalui UPZ Masjid Darussalam 1 mencatat 27 rumah terdampak dan 32 kepala keluarga. Staff Pelaksana BAZNAS Kota Manado, Sahril R. Nusi, menjelaskan bahwa setiap donasi masuk dan bantuan tersalurkan akan dicatat. Daftar penerimaan disiapkan untuk diparaf penerima bantuan. BAZNAS Kota Manado mendirikan tenda posko yang hingga hari ketiga digunakan bersama relawan BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, DMI Manado, dan GP Ansor Kota Manado. Masyarakat dapat menyalurkan donasi melalui rekening resmi BAZNAS Kota Manado atau langsung ke Posko di depan Masjid Darussalam 1, Sindulang. Mari bersama membantu pemulihan korban kebakaran.(*)
15/10/2026 | Humas

Agenda Pimpinan

BAZNAS Kota Manado Gebrak Pengelolaan ZIS Lewat Grup WhatsApp Kecamatan
BAZNAS Kota Manado Gebrak Pengelolaan ZIS Lewat Grup WhatsApp Kecamatan
MANADO – Ketua BAZNAS Kota Manado, Taufiq T. Permata, SE, resmi meluncurkan grup WhatsApp khusus per kecamatan. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat koordinasi dan sinergi pengelolaan zakat di seluruh wilayah kota. Hasil Tindak Lanjut Rakor Inisiatif ini merupakan tindak lanjut nyata dari rangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) UPZ Masjid. Agenda tersebut telah sukses dilaksanakan di seluruh kecamatan sejak akhir Februari hingga pertengahan Maret 2026 yang lalu. Kecepatan Koordinasi Digital Pemanfaatan teknologi pesan instan ini bertujuan untuk menjamin kecepatan koordinasi ke seluruh UPZ Masjid. Dengan sistem digital, instruksi dan pelaporan dari tiap kecamatan kini dapat dilakukan secara real-time dan lebih efisien. Pusat Edukasi dan Literasi Grup ini juga diproyeksikan sebagai wadah edukasi serta literasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Fokus utamanya adalah membekali pengurus masjid agar memiliki pemahaman regulasi yang mendalam dan tata kelola yang benar. Pelibatan Tokoh Penting Peserta grup mencakup Unsur MUI, KUA, Penyuluh Agama Islam, Pengurus BTM sebagai pimpinan, Imam selaku penasihat UPZ, serta para pengurus UPZ. Sinergi unsur-unsur ini sangat krusial dalam membantu tugas pengelolaan dana umat setiap bulannya secara amanah. Transformasi Organisasi BAZNAS Langkah ini menjadi bagian integral dari strategi BAZNAS Kota Manado dalam mentransformasi kualitas organisasi. Tujuannya adalah mencetak SDM pengelola zakat yang profesional, unggul, serta responsif terhadap kebutuhan mustahik di Kota Manado.

16-03-2026 | Humas

Kapolres Manado Terima Kunjungan BAZNAS, Bahas Kerjasama Program Pemberdayaan
Kapolres Manado Terima Kunjungan BAZNAS, Bahas Kerjasama Program Pemberdayaan
MANADO – Ketua BAZNAS Kota Manado, Taufiq T. Permata, SE, melakukan kunjungan resmi ke Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado dalam rangka koordinasi penguatan kelembagaan, Rabu (18/02/2026). Dalam kunjungan tersebut, Ketua BAZNAS didampingi Staf Pelaksana Zata Isma, serta perwakilan Seksi Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Manado, Anwar Pandjab dan Indra Bilondatu. Rombongan disambut langsung oleh Kapolres Manado, Kombes Pol Irham Halid, S.I.K. Taufiq Permata menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarlembaga sekaligus mendiskusikan beberapa agenda strategis. Fokus utama pertemuan ini adalah rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Polresta Manado. "Selain silaturahmi, kami berkoordinasi terkait pembentukan UPZ Polres untuk memfasilitasi personel dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara terorganisir. Kami juga menjajaki peluang kerjasama program pemberdayaan masyarakat yang bisa dikolaborasikan dengan agenda kepolisian," ujar Taufiq. Kapolres Kombes Pol Irham Halid menyambut baik inisiatif tersebut. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya sinergi yang lebih erat antara BAZNAS, Kemenag, dan Polresta Manado dalam upaya mendukung kesejahteraan umat serta menjaga stabilitas sosial melalui program-program kemanusiaan.(*)

19-02-2026 | Humas

Ketua BAZNAS Ajak Semua Pihak Gali Potensi Zakat Kota Manado mencapai Rp. 160 Milyar
Ketua BAZNAS Ajak Semua Pihak Gali Potensi Zakat Kota Manado mencapai Rp. 160 Milyar
MANADO - BAZNAS Kota Manado bersinergi dengan KUA Tikala menggelar Rapat Koordinasi UPZ se-Kecamatan Tikala, Jumat (13/2). Ketua BAZNAS, Taufiq T. Permata, menekankan pentingnya koordinasi masjid untuk mengoptimalkan pelayanan ZIS, terutama menjelang bulan suci Ramadhan. Taufiq membeberkan realisasi zakat 2025 mencapai Rp312 juta, naik dari Rp262 juta pada 2024. Namun, capaian ini masih sangat jauh dibandingkan potensi zakat Kota Manado tahun 2026 yang dikaji boleh Pusat Kajian Strategis BAZNAS RI mencapai Rp160 miliar. Beliau menegaskan menggali potensi raksasa ini bukan hanya tugas BAZNAS, melainkan tanggung jawab kolektif. Dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, kementerian Agama, LAZ, TNI Polri, Perumda/BUMD, sektor swasta, UPZ masjid, hingga masyarakat pemberi zakat untuk mencapai target kesejahteraan tersebut. Saat ini, BAZNAS Kota Manado menghadapi tantangan besar meliputi minimnya biaya operasional dan sosialisasi, serta kurangnya tenaga SDM. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dan kinerja UPZ yang belum optimal menjadi hambatan utama yang harus segera dibenahi. Taufiq mengajak semua elemen bergandengan tangan mengatasi kendala tersebut demi kepentingan umat. Jika kolaborasi berjalan solid, potensi zakat yang belum tergarap maksimal ini dipastikan akan membawa dampak besar bagi kemaslahatan warga muslim Manado.(*)

13-02-2026 | Humas

Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Manado Salurkan Bantuan Peduli Stunting untuk Anak Kembar di Paniki
BAZNAS Kota Manado Salurkan Bantuan Peduli Stunting untuk Anak Kembar di Paniki
Manado, 2 Oktober 2026 — BAZNAS Kota Manado menyalurkan bantuan melalui Program Manado Sehat Peduli Stunting kepada anak kembar jamaah Masjid Al-Muhajirin, Lota, Paniki, Kota Manado. Penerima bantuan adalah Afik Faaeq Bakir dan Afiqah Faaeqa Bakir, anak kembar yang berdomisili di Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. Bantuan disalurkan dalam rangkaian kegiatan bersama KOHATI Cabang Manado di Balai Diklat Keagamaan, Paniki Bawah. Kegiatan tersebut diisi materi oleh Ketua BAZNAS Kota Manado dan mendapat antusiasme peserta. Paket bantuan terdiri atas beras 5 kilogram, susu  Anak dua dus, kacang hijau 2 kilogram, Teh isi 50, serta telur 10 butir untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga penerima. Program Manado Sehat Peduli Stunting merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Manado dalam membantu masyarakat membutuhkan, khususnya melalui dukungan pemenuhan kebutuhan anak dan keluarga yang menghadapi persoalan stunting. BAZNAS Kota Manado mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap pencegahan stunting melalui zakat, infak, dan sedekah. Salurkan ZIS melalui BAZNAS Kota Manado agar kebaikan Anda menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. #BAZNASManado #ManadoSehat #PeduliStunting #ZakatManado #SedekahManado
05/10/2026 | Humas
Bantuan bagi Korban Kebakaran Jamaah Masjid Al-Amin Melalui UPZ
Bantuan bagi Korban Kebakaran Jamaah Masjid Al-Amin Melalui UPZ
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Manado kembali menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang mengalami musibah. Jumat, 25 September 2026, bantuan kemanusiaan disalurkan bagi korban kebakaran jamaah Masjid Al-Amin Wanea. Kebakaran tersebut terjadi pada 29 Juli 2026 dan berdampak terhadap sejumlah jamaah Masjid Al-Amin, Kecamatan Wanea, Kota Manado. Bantuan diserahkan di Kantor BAZNAS Kota Manado, Kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang, yang berada di belakang Masjid Raya Ahmad Yani. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Sahril Nusi, Staff Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Manado, kepada Pengurus UPZ Masjid Al-Amin Wanea, Bapak Arif Hasyim. Ketua BAZNAS Kota Manado, Taufiq T. Permata, mengatakan penyerahan bantuan melalui UPZ Masjid merupakan bagian dari upaya mengaktifkan UPZ di bawah pengelolaan BAZNAS. “Penyerahan lewat UPZ Masjid merupakan upaya untuk mengaktifkan UPZ yang berada di bawah kelolaan BAZNAS. UPZ diharapkan semakin berperan dalam pelayanan kepada masyarakat.” Menurutnya, UPZ Masjid memiliki posisi strategis sebagai penghubung BAZNAS dengan masyarakat di lingkungan masjid, terutama dalam penghimpunan dan pendistribusian Zakat, Infak, dan Sedekah. Melalui sinergi tersebut, BAZNAS berharap kebutuhan masyarakat yang membutuhkan dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti melalui mekanisme pendistribusian yang sesuai. BAZNAS Kota Manado menyampaikan rasa duka dan keprihatinan atas musibah kebakaran yang menimpa jamaah Masjid Al-Amin Wanea. Bantuan yang bersumber dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) masyarakat Kota Manado diharapkan dapat meringankan beban korban serta membantu proses pemulihan pascakebakaran. BAZNAS Kota Manado juga menyampaikan apresiasi kepada para Muzakki, Munfiq, dan masyarakat yang telah mempercayakan penyaluran ZIS melalui BAZNAS Kota Manado. Semoga bantuan tersebut memberikan manfaat bagi para korban kebakaran dan menjadi keberkahan bagi seluruh masyarakat yang telah menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah.
26/09/2026 | Humas
Bunaken Kepulauan: Bantuan Untuk 80 Anak Yatim dan Dhuafa
Bunaken Kepulauan: Bantuan Untuk 80 Anak Yatim dan Dhuafa
MANADO — BAZNAS Kota Manado sukses menyalurkan bantuan dana tunai kepada 80 anak yatim dan dhuafa di Kecamatan Bunaken Kepulauan. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Masjid Al-Munawarah pada Sabtu (27/6/2026). Penyaluran ini merupakan bagian dari program "Manado Taqwa". Acara ini bertepatan dengan momentum menyambut Idul Yatama atau Hari Raya Anak Yatim 10 Muharram 1448 Hijriah. Ketua BAZNAS Manado, Taufiq T. Permata, SE, menyatakan kegiatan ini bertujuan memeratakan penyaluran dana zakat dari para muzaki ke seluruh kecamatan, termasuk wilayah kepulauan yang jarang tersentuh. Camat Bunaken Kepulauan, Imanuel Mandak, memberikan apresiasi tinggi. Ia berterima kasih karena BAZNAS telah memperhatikan jamaah di wilayahnya, terutama anak-anak yatim dan dhuafa yang sangat membutuhkan bantuan. Dari pihak BAZNAS, hadir pula Wakil Ketua III Juliaty Nasaru bersama staf pelaksana Sahril Nusi dan Utami Panigoro untuk mendampingi langsung proses penyerahan bantuan tunai tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri Kapolsek Eko Ferionto, perwakilan Kemenag Manado H. Salim Hasan, penyuluh agama KUA Fadhilah, serta Ketua IPARI Sulut Hj. Yayuk Baginda beserta pengurus BTM dan Imam Masjid. Suasana semakin semarak dengan kehadiran mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta serta para finalis Nyong dan Noni Manado yang ikut menyukseskan acara kepedulian sosial ini.
28/06/2026 | Humas

Artikel Terbaru

Zakat Menyucikan Harta, Menguatkan Sesama
Zakat Menyucikan Harta, Menguatkan Sesama
Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah: 103, bahwa zakat menjadi sarana untuk membersihkan dan menyucikan harta serta jiwa. Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga wujud kepedulian kepada mereka yang membutuhkan. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Kota Manado secara mudah dan aman melalui website resmi: kotamanado.baznas.go.id
26/09/2026 | Humas
Seri-3: Mengelola Lembaga Zakat Sesuai Syariat Islam (Bab III : Strategi Fundraising (Penghimpunan) Yang Syar-i dan Kreatif)
Seri-3: Mengelola Lembaga Zakat Sesuai Syariat Islam (Bab III : Strategi Fundraising (Penghimpunan) Yang Syar-i dan Kreatif)
Penghimpunan dana (fundraising) merupakan pilar vital dalam keberlangsungan dan efektivitas sebuah organisasi pengelola zakat. Tanpa strategi yang terencana dan dilaksanakan dengan baik, potensi zakat yang ada di masyarakat tidak akan terorganisir dan tersalurkan secara optimal kepada mereka yang berhak (mustahik). Namun, dalam upaya menghimpun dana, sebuah lembaga zakat harus selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip syariah Islam (syar'i) sembari terus berinovasi dan berpikir kreatif. 1. Fondasi Syar'i dalam Fundraising Zakat Landasan utama dari segala aktivitas, termasuk fundraising zakat, adalah ketakwaan kepada Allah SWT dan kepatuhan terhadap hukum-hukum-Nya. Beberapa prinsip syar'i yang fundamental dalam fundraising zakat antara lain: Ketulusan Niat: Segala upaya penghimpunan harus didasari oleh niat yang tulus semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk popularitas atau kepentingan pribadi. Kejujuran dan Transparansi: Informasi yang disampaikan kepada donatur harus akurat, jelas, dan tidak menyesatkan. Transparansi dalam penggunaan dana juga menjadi kunci kepercayaan donatur. Menghindari Riba dan Gharar: Segala bentuk promosi, hadiah, atau insentif yang berkaitan dengan fundraising harus bebas dari riba (bunga) dan gharar (ketidakpastian yang berlebihan). Menghormati Martabat Muzakki: Muzakki (pemberi zakat) harus diperlakukan dengan hormat dan bermartabat, tanpa adanya unsur paksaan atau intimidasi. Penempatan Dana yang Tepat: Dana zakat harus dikelola dan ditempatkan pada instrumen keuangan yang halal dan sesuai dengan prinsip syariah. 2. Strategi Fundraising yang Kreatif Di era modern ini, di mana persaingan antar lembaga amil zakat semakin ketat, kreativitas dan inovasi menjadi sangat penting. Berikut adalah beberapa strategi fundraising yang kreatif dan dapat diterapkan: Pemanfaatan Teknologi: Platform Digital: Menggunakan situs web, aplikasi mobile, dan platform crowdfunding untuk memudahkan donatur dalam menunaikan zakat. Media Sosial: Memanfaatkan media sosial (Instagram, Facebook, TikTok) untuk edukasi, sosialisasi program, dan interaksi dengan donatur. Email Marketing: Mengirimkan newsletter secara rutin untuk memberikan informasi terkini tentang program dan capaian lembaga. Kolaborasi dan Kemitraan: Perusahaan: Menjalin kerja sama dengan perusahaan untuk program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkaitan dengan zakat. Komunitas: Berkolaborasi dengan komunitas-komunitas muslim, organisasi profesi, dan lembaga pendidikan untuk memperluas jangkauan. Influencer: Melibatkan influencer atau tokoh agama untuk mempromosikan zakat dan program lembaga. ?Program dan Event yang Menarik: Kampanye Spesifik: Membuat kampanye fundraising dengan tema tertentu (misalnya, zakat untuk pendidikan, kesehatan, atau pemberdayaan ekonomi). Event Amal: Menyelenggarakan konser amal, seminar, atau workshop yang sebagian hasilnya didonasikan untuk zakat. Zakat Tour: Mengajak donatur untuk mengunjungi lokasi proyek pendayagunaan zakat agar dapat melihat langsung dampaknya. ?Inovasi Produk Zakat: Zakat Profesi: Mengedukasi dan memfasilitasi muzakki untuk menunaikan zakat profesi (zakat penghasilan). Zakat Perusahaan: Membantu perusahaan dalam menghitung dan menyalurkan zakat perusahaan. Zakat Saham/Investasi: Mengembangkan mekanisme penghimpunan zakat dari instrumen investasi seperti saham dan reksa dana. 3. Studi Kasus: Implementasi Fundraising Kreatif Sebagai contoh, BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) telah sukses mengimplementasikan berbagai strategi fundraising yang kreatif, seperti: Platform Zakat Digital: BAZNAS memiliki situs web dan aplikasi mobile yang memudahkan muzakki untuk membayar zakat kapan saja dan di mana saja. Kampanye Media Sosial: BAZNAS aktif di media sosial dengan kampanye-kampanye yang menyentuh hati dan inspiratif, seperti kampanye "Zakat untuk Palestina". Kolaborasi dengan Fintech: BAZNAS bekerja sama dengan perusahaan fintech (seperti GoPay, Ovo) untuk memudahkan pembayaran zakat melalui platform tersebut. 4. Tantangan dalam Fundraising Zakat Meskipun potensi zakat di Indonesia sangat besar, masih terdapat beberapa tantangan dalam fundraising zakat, antara lain: Kurangnya Kesadaran Muzakki: Masih banyak muslim yang belum sepenuhnya memahami kewajiban zakat dan cara menghitungnya. Kurangnya Kepercayaan Terhadap Lembaga: Beberapa muzakki masih ragu dengan akuntabilitas dan transparansi lembaga pengelola zakat. Persaingan Antar Lembaga: Banyaknya lembaga amil zakat yang ada membuat persaingan dalam fundraising semakin ketat. Regulasi yang Kurang Mendukung: Beberapa regulasi pemerintah masih belum sepenuhnya mendukung pengembangan zakat di Indonesia. 5. Kesimpulan dan Rekomendasi Fundraising zakat bukan hanya tentang menghimpun dana, tetapi juga tentang edukasi, sosialisasi, dan pemberdayaan umat. Dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip syar'i dan terus berinovasi secara kreatif, lembaga amil zakat dapat mengoptimalkan potensi zakat untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan umat. Rekomendasi: Meningkatkan Edukasi dan Sosialisasi: Lembaga zakat harus terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang kewajiban zakat, cara menghitungnya, dan dampaknya. Memperkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas: Lembaga zakat harus memiliki tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel untuk meningkatkan kepercayaan donatur. Berinovasi dan Berkolaborasi: Lembaga zakat harus terus berinovasi dalam strategi fundraising dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan. Mendorong Regulasi yang Mendukung: Lembaga zakat harus bersinergi untuk mendorong pemerintah dalam menciptakan regulasi yang mendukung pengembangan zakat di Indonesia. Dengan implementasi strategi fundraising yang syar'i dan kreatif, diharapkan potensi zakat di Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mewujudkan visi dan misi Islam sebagai rahmatan lil 'alamin. Bersambung Ke-Seri 4 --------- Daftar Pustaka: Al-Qur'an al-Karim (Surah At-Taubah [9]: 60). Al-Qaradawi, Yusuf. (1973). Fiqh al-Zakah: Dirasah Muqaranah li Ahkamiha wa Falsafatiha fi Dhau’ al-Qur’an wa al-Sunnah. Beirut: Dar al-Irsyad. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Zakat Development Report (Laporan Pengembangan Zakat). Jakarta: BAZNAS. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Zakat Outlook (Pandangan Zakat Indonesia). Jakarta: Puskas BAZNAS. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Laporan Tahunan Resmi & Dokumentasi Digital. Diakses melalui baznas.go.id. Islamic Financial Services Board (IFSB). Prudential and Structural Standards for Islamic Financial Institutions. Kuala Lumpur: IFSB. Majelis Ulama Indonesia (MUI). Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Bidang Muamalah dan Zakat. Jakarta: Sekretariat MUI. Various Authors. Islamic Finance and Wealth Management (Manajemen Kekayaan Islam: Teori dan Praktis). Various Authors. Journal of Islamic Marketing (Jurnal Pemasaran Islam). Emerald Insight.
23/06/2026 | Humas
INFAK TERIKAT? Ini Aturan Syariat dan Regulasinya
INFAK TERIKAT? Ini Aturan Syariat dan Regulasinya
Dalam ekosistem filantropi Islam, kita mungkin sudah sangat akrab dengan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Namun, di lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), terdapat satu instrumen penghimpunan yang memiliki perlakuan tata kelola dan pencatatan yang sangat khusus, yaitu Infak Terikat. Bagi sebagian orang, istilah ini mungkin memicu pertanyaan: Bukankah infak itu sifatnya sukarela dan bebas? Mengapa ada istilah "terikat"? Secara sederhana, infak terikat adalah dana yang diserahkan oleh donatur (munfik) dengan syarat, peruntukan, atau program spesifik yang ditentukan sendiri oleh si pemberi. Syarat inilah yang kemudian bersifat mengikat bagi lembaga pengelola (amil). Lantas, bagaimana sebenarnya kedudukan instrumen ini jika ditinjau dari kacamata hukum Islam dan regulasi formal BAZNAS? Berikut adalah ulasan berbasis data dan fakta legalnya. 1. Tinjauan Syariat Islam: Kedudukan Syarat dari Donatur Dalam ranah fikih kontemporer, infak terikat dikenal dengan istilah Infak Muqayyadah (terikat), yang membedakannya dengan Infak Mutlaqah (bebas/tidak terikat). Ada tiga prinsip syariat utama yang memayungi praktik ini: Kaidah Syarth al-Waqif/al-Mutabarri': Di dalam hukum pengelolaan dana kebajikan, terdapat kaidah fikih yang sangat kuat: "Syarat yang diajukan oleh pemberi dana kedudukannya seperti teks (nash) dari syariat." Artinya, selama syarat peruntukan yang diminta oleh donatur itu halal dan tidak melanggar syariat, maka amil wajib mematuhinya. Fleksibilitas Nilai Infak: Berbeda dengan zakat yang alokasi distribusinya telah dikunci rapat oleh Al-Qur'an untuk 8 golongan (asnaf), infak memiliki ruang pemanfaatan yang sangat luas. Oleh karena itu, syariat memberikan hak penuh kepada donatur untuk mengarahkan ke mana uangnya ingin disalurkan. Hukum Akad Wakalah: Ketika BAZNAS menerima infak terikat, akad yang terjadi adalah Wakalah (pendelegasian wewenang). BAZNAS bertindak sebagai wakil atau agen dari donatur untuk menyalurkan dana tersebut. Secara syar'i, amil dilarang keras mengalihkan dana ini ke program lain tanpa persetujuan eksplisit dari pemilik dana asli. 2. Regulasi Formal BAZNAS: Pemisahan Kode Akun dan Hak Amil Untuk menjamin prinsip 3A (Aman Syar'i, Aman Regulasi, Aman NKRI), BAZNAS menerapkan aturan akuntansi dan manajemen yang sangat rigid terhadap dana Infak Terikat. Sistem ini mengacu pada standar PSAK 109 tentang Akuntansi Zakat dan Infak/Sedekah. Penerapan Sistem Informasi Terintegrasi (SiMBA) Berdasarkan aturan baku pengelolaan keuangan di BAZNAS, dana terikat tidak boleh bercampur dengan dana umum. Pemisahan dilakukan sejak uang pertama kali masuk ke sistem: Kode Akun Penerimaan (4201): Digunakan khusus untuk mencatat masuknya dana Infak/Sedekah Terikat. Kode Akun Penyaluran (5202): Digunakan khusus untuk mencatat realisasi pengeluaran program Infak/Sedekah Terikat. Aturan Ketat Mengenai Hak Amil (Dana Operasional) Ini adalah batasan krusial yang diatur dalam regulasi internal BAZNAS: Pada infak tidak terikat (reguler), BAZNAS dapat mengalokasikan persentase tertentu untuk biaya operasional amil guna menjamin keberlangsungan lembaga. Namun, untuk Infak Terikat, dana harus disalurkan hampir sepenuhnya (atau mendekati 100%) langsung ke objek program yang dituju. Amil tidak diperkenankan mengambil potongan operasional umum secara sepihak, kecuali jika komponen manajemen program tersebut sudah disepakati bersama sejak awal di dalam Lembar Kerja Kerja Sama atau Memorandum of Understanding (MoU). Contoh Riil Infak Terikat dalam Program BAZNAS Bagaimana bentuk nyata dari infak terikat ini di lapangan? Ketika Anda menyetor dana ke BAZNAS dan memilih opsi program spesifik, maka dana Anda otomatis masuk ke dalam kluster ini. Beberapa contohnya antara lain: Infak Kemanusiaan & Bencana Internasional: Contohnya adalah pengumpulan dana khusus untuk bantuan logistik dan medis ke Palestina, atau bantuan darurat korban gempa bumi di wilayah tertentu. Program Beasiswa (Pendidikan): Donatur menyetorkan dana dengan syarat uang tersebut wajib digunakan untuk membiayai sekolah anak-anak yatim atau santri tahfiz tertentu. Dana Kemitraan / CSR Perusahaan: Perusahaan swasta atau BUMN yang menyalurkan dana sosialnya lewat BAZNAS dengan kontrak perjanjian bahwa dana tersebut wajib dieksekusi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional pabrik mereka. Kesimpulan Infak terikat bukan sekadar tren pengumpulan dana, melainkan sebuah instrumen filantropi yang memiliki legitimasi kuat. Secara syariat, ia adalah amanah yang wajib ditunaikan persis sesuai kehendak donatur. Secara regulasi, ia dikawal oleh sistem akuntansi yang transparan untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan benar-benar sampai ke tujuan yang diikrarkan.
23/06/2026 | Humas