Zakat, Infaq dan Sedekah - Jalan Penyucian Jiwa Menuju Keberkahan
17/02/2025 | Penulis: Editor | Taufiq Permata
Seri 1: ZIS - Jalan Penyucian Jiwa Menuju Keberkahan
Dalam Islam, zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga alat penyucian jiwa.
Konsep ini sangat ditekankan dalam tasawuf, yang mengajarkan bahwa seseorang tidak akan mencapai ketenangan hati jika masih terikat pada kecintaan terhadap harta.
Dalam serial ini, BAZNAS Kota Manado akan mengulas bagaimana ZIS menjadi bagian dari perjalanan spiritual menuju Allah, sebagaimana diajarkan oleh para ulama sufi.
ZIS dalam Pandangan Tasawuf
Dalam tasawuf, zakat, infak, dan sedekah memiliki dimensi spiritual yang mendalam, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama berikut:
1. Zakat: Penyucian Harta dan Jiwa
Zakat adalah alat untuk membersihkan jiwa dari kecintaan terhadap dunia. Firman Allah:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..." (QS. At-Taubah: 103)
Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din menegaskan bahwa orang yang menahan zakat memiliki jiwa yang sakit karena masih terikat dengan dunia.
2. Infak: Ujian Keikhlasan dan Tawakal
Infak adalah bukti ketergantungan kepada Allah. Semakin seseorang bersedekah, semakin ia yakin bahwa rezekinya berasal dari Allah.
"Apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya..." (QS. Saba': 39)
Ibnu Atha’illah As-Sakandari dalam Al-Hikam berkata:
"Orang yang takut miskin karena bersedekah berarti belum yakin bahwa rezekinya berasal dari Allah."
3. Sedekah: Menghancurkan Ego dan Sifat Tamak
Sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga latihan untuk melepaskan diri dari sifat egois dan cinta dunia, Rasulullah ? bersabda:
"Sedekah itu menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)
Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa sedekah adalah terapi bagi jiwa yang keras dan serakah.
Kisah Para Sufi tentang ZIS
1. Abu Bakr dan Umar: Perlombaan dalam Sedekah
Suatu hari, Rasulullah ? meminta umat Islam bersedekah. Umar bin Khattab membawa setengah hartanya. Namun, Abu Bakr membawa seluruh hartanya.
Ketika Rasulullah bertanya, “Apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?” Abu Bakr menjawab:
"Aku meninggalkan Allah dan Rasul-Nya."
Pelajaran:
Abu Bakr mencapai maqam tawakal, yaitu bersandar sepenuhnya kepada Allah.
2. Ibrahim bin Adham: Meninggalkan Kekayaan demi Kesucian Jiwa
Ibrahim bin Adham adalah seorang raja yang meninggalkan istananya demi mencari ketenangan hati. Ia berkata:
"Ketika aku masih menjadi raja, aku memiliki banyak harta, tetapi hatiku gelisah. Ketika aku meninggalkan semuanya dan hidup sederhana, hatiku menjadi tenang."
Pelajaran:
Dalam tasawuf, ini disebut zuhud, yaitu meninggalkan kecintaan dunia untuk mencapai kebahagiaan hakiki.
Bagaimana Mengamalkan ZIS dalam Kehidupan Sehari-hari?
1. Latih Ikhlas dalam Bersedekah
Jangan menunggu kaya untuk berbagi.
Berikan tanpa mengharapkan balasan.
2. Hilangkan Ketergantungan pada Harta
Ingat bahwa harta adalah titipan Allah.
Bersedekah bukan mengurangi, tetapi menambah keberkahan.
3. Jadikan ZIS sebagai Rutinitas Spiritual
Zakat: Tunaikan dengan disiplin.
Infak: Berbagi secara rutin.
Sedekah: Berikan dengan hati yang lapang.
Kesimpulan
Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya amal sosial, tetapi juga jalan penyucian jiwa. Dalam tasawuf, ZIS adalah alat untuk menghancurkan keakuan, menumbuhkan empati, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Atha’illah As-Sakandari:
"Jangan takut miskin karena memberi. Justru dengan memberi, Allah akan membuka pintu rezeki yang tidak terduga." (*)
Bersambung ke Seri 2: "Mengapa Zakat Menjadikan Harta Lebih Berkah?"
Berita Lainnya
Besok! Rapat Koordinasi BAZNAS Manado dan UPZ di Dua Kecamatan
Jumat Ini, Ketua BAZNAS Kota Manado Sampaikan Khotbah Maulid Nabi di Masjid Asmaul Husna
BAZNAS Kota Manado Gelar Sosialisasi dan Penyerahan SK UPZ di Masjid Asmaul Husna
Antusias! UPZ Masjid Se-Kecamatan Bunaken Darat dan Paal Dua, Perbaiki Tata Kelola ZIS
Sukses Digelar, UPZ Masjid se-Kecamatan Tuminting Kini Fokus Standar Akuntabilitas Baru
Transparansi Zakat Terjamin: BAZNAS Kota Manado Sepenuhnya Terapkan Akuntansi PSAK 109 Berbasis SiMBA Digital
Ketua BAZNAS Manado Turun Lapangan, Mantapkan Tata Kelola Zakat Masjid Se-Singkil
Ketua BTM Al-Amin Kumpul Jamaah Ikuti Sosialisasi Tata Kelola Zakat
Ikuti Knowledge Sharing BAZNAS RI, BAZNAS Kota Manado Siap Dorong Digitalisasi dan Transparansi Zakat
BAZNAS Kota Manado Sosialisasikan Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 untuk Mahasiswa S1
BAZNAS Kota Manado Terapkan DTSEN: Penyaluran Zakat Makin Tepat Sasaran hingga Tingkat UPZ
BAZNAS Kota Manado Ikuti Pra-RAKORNAS BAZNAS 2026 Secara Virtual
Sinergi BAZNAS Kota Manado Hadiri Santunan Idul Yatama Kemenag
Ketua BAZNAS Kota Manado Sampaikan Ceramah Gebyar Maulid SAW di Kampung Kodo
Jadi Sorotan! BAZNAS Manado Kumpulkan Pengurus UPZ Masjid! Dua Kecamatan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Manado.
Lihat Daftar Rekening →